PEKANBARU(Haluanpos.com)— Lembaga Adat Melayu Riau kembali menggelar majelis zikir dan tausiah agama di Balairung Tenas Effendy, Rabu (22/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dan budayawan Melayu Riau, Dr Griven H Putera, M.Ag.
Majelis zikir itu dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf; Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, jajaran pengurus LAM Riau, perwakilan Forkopimda Riau serta Ketua DPH LAM Riau Kabupaten Pelalawan, Datuk Seri H Jasfar.
Ketua DPH LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengatakan majelis zikir merupakan agenda rutin yang terus dijaga keberlangsungannya sebagai bagian dari ikhtiar membangun kehidupan masyarakat yang religius.
“Zikir tidak hanya merupakan amalan ibadah, tetapi juga bagian dari warisan budaya takbenda yang hidup dan berkembang dalam tradisi Melayu,” ungkap Datuk Seri Taufik Ikram Jamil
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D, mengapresiasi konsistensi LAM Riau dalam menyelenggarakan majelis zikir. Menurut dia, kegiatan tersebut turut memperkuat karakter masyarakat Melayu yang religius.
“Pembangunan daerah tidak hanya memerlukan kemajuan fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat,” ujar Helmi.
Dalam tausiahnya yang berjudul Membangun Etos Kerja Melayu-Islam Melalui Budaya Itqan, Griven mengatakan setiap orang Melayu dan setiap Muslim dituntut untuk tidak sekadar bekerja atau beramal, tetapi juga berupaya menghasilkan yang terbaik. Prinsip tersebut dikenal dalam Islam dengan istilah itqan.
“Semangat itqan merupakan salah satu kunci keberhasilan Nabi Muhammad SAW, para sahabat, ulama, dan ilmuwan Islam. Mereka membuktikan bahwa orang yang bekerja dengan penuh kesungguhan, totalitas, fokus, dan istiqamah akan mampu menghasilkan karya besar yang manfaatnya dirasakan lintas generasi,” kata Griven.
Ia menambahkan, nilai itqan tetap relevan di tengah kemajuan teknologi dan berbagai kemudahan yang tersedia saat ini. Keberhasilan, menurut dia, tetap bergantung pada kesungguhan seseorang dalam belajar, bekerja, berdakwah, dan mengabdi kepada masyarakat.
Dengan prinsip itqan, pekerjaan tidak sekadar selesai, tetapi juga memiliki kualitas, bernilai ibadah, profesional dan memberikan kemaslahatan bagi banyak orang. Setelah tausiah, Datuk Dr Griven memandu pelaksanaan zikir dan doa bersama.(YS)
