PEKANBARU(Haluanpos.com)-
Ketua Dewan Pimpinan Harian(DPH) LAMR kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan yang didampingi Wakil DPH, Datuk Nazaruddin, Sekretaris MKA, Datuk Tengku Arifin, para Puan LAMR kota Pekanbaru serta Datuk Panglima Besar Hulubalang, M Nasir, Panglima Muda Hulubalang, Wahyu Saputra dan jajaran pengurus LAMR kota Pekanbaru menyambut kedatangan rombongan Komisi I DPRD Bukittinggi dalam rangka kunjungan kerja sekaligus berkoordinasi terkait pengembangan dalam pelestarian nilai-nilai Adat dan Budaya Pemerintah kota Pekanbaru, Jumat(3/7).
Dimana kedatangan rombongan Komisi I DPRD Kota Bukittinggi yang pimpin oleh ketua Komisi I DPRD Bukittinggi, H. Dedi Fatria, SH., MH, Wakil Ketua, H. Shabirin Rachmat, S.So, H. Arnis Malin Palimo, S.Pd,Taufik, Yerry Amiruddin, SE, melakukan diskusi dan tanya jawab tentang bagaimana tata cara LAMR kota Pekanbaru yang masih kental mempertahankan nilai-nilai adat istiadat budaya Melayu di kota Pekanbaru
Sementara itu, ketua DPH LAMR kota Datuk Seri Muspidauan memaparkan secara singkat bahkan dalam konteks Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, “Tali Berpilin Tiga” adalah falsafah dan wujud sinergi kepemimpinan yang menyatukan tiga elemen penting masyarakat Melayu: ulama (agama), cerdik pandai/tokoh adat (adat), dan umara (pemerintah).
Sejauh ini memang pemerintah kota Pekanbaru terhadap pembinaan, pemeliharaan, pengembangan terhadap adat istiadat budaya Melayu cukup tinggi, bahkan kita dari LAMR kota Pekanbaru juga mengajak semua elemen masyarakat untuk berhimpun dalam rangka menjunjung dan melestarikan nilai-nilai adat istiadat budaya Melayu, seperti mewajibkan ASN kota Pekanbaru memakai quter Melayu setiap hari Kamis, menggunakan pantun setiap acara, melakukan seminar dan diskusi tentang adat dan tradisi budaya Melayu, melaksanakan ivent budaya, bahkan ada kurikulum Mulog tersendiri yakni Muatan Lokal Budaya Melayu disetiap sekolah dan banyak lagi pengambangan yang kita lakukan,” ungkap Datuk Muspidauan
Memang dalam rangka melestarikan, pembinaan dan pengembangan nilai-nilai adat istiadat budaya Melayu, LAMR kota Pekanbaru tidak bisa berjalan sendiri, tetapi kita juga didukungan berbagai unsur dan elemen masyarakat dan pemerintah,” jelas Datuk Muspidauan.
Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi, H Dedi Patria menyatakan, dengan mirisnya kondisi zaman sekarang ini, maka kami merasa perlu melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, terutama LAMR kota Pekanbaru yang kami nilai kota Pekanbaru bisa mempertahankan adat istiadat budaya Melayu apalagi dengan kondisi urban yang sangat tinggi,” ujar Dedi Patria.
Apalagi perhatian pemerintah kota Pekanbaru sangat tinggi dalam memberikan support kepada pihak lembaga adat dan masyarakatnya, sehingga tatanan nilai adat istiadat budaya Melayu kota Pekanbaru bisa terjaga,” ungkap Dedi Patria.
Maka hasil pertemuan ini nantinya akan kita sampaikan juga kepada pemerintah Bukittinggi bahwa terobosan yang dilakukan oleh LAMR kota Pekanbaru dalam rangka melestarikan nilai-nilai adat istiadat budayanya juga bisa dilakukan oleh pemerintah Bukittinggi terutama melestarikan hukum adat di tengah masyarakat Bukittinggi,” ujar Dedi Patria.
Diakhir acara, ketua DPH LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan melakukan pemasangan tanjak kepada ketua Komisi I dan anggota Komisi I DPRD Bukittinggi serta penyerahan plakat.(YS)
