Tampil di TV Nasional Bupati Harap Pemerintah Pusat Melalui Bulog Beli Produksi Sagu Meranti

0
9

JAKARTA (HPC) –Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si tampil disalah satu TV Nasional di Jakarta, dalam acara ‘Talk Show After Louch’ itu Bupati meminta perhatian dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Perum Bulog untuk membeli hasil produksi Sagu Meranti dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan petani Sagu Meranti yang selama ini masih rendah, Jumat (3/11).

 

“Kendala yang kami rasa bukan dari Budidaya, tapi bagaimana mencibtakan pasar pasca produksi, dengan luasan kebun 167 Ribu Hektar sangat cukup tapi sayangnya menjual hasil produksi sangat sulit karena segmen pasar amat terbatas,” ujar Bupati.

 

Karena keterbatasan pasar akhirnya harga Sagu hasil produksi petani Meranti dibeli dengan harga murah sehingga tidak bisa mendorong ekonomi petani Sagu secara maksimal.

 

“Hasil produksi tepung Sagu kering dan basah hingga saat ini masih dikirim ke Cirebon dari sana baru dipasarkan kedaerah lainnya. Akibatnya harga sulit dinaikan bahkan kalau Papua Maluku (penghasil Sagu lainnya) panen maka harga Sagu semakin turun,” jelas Bupati.

 

Untuk itu dalam rangka menyelamatkan ekonomi para petani Sagu didaerah yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan negara tetangga Malaysia serta Singapura itu, diharapkan Bupati perlu campur tangan pemerintan pusat melalui Perum Bulog untuk menyerap hasil produksi Sagu Meranti sehingga dapat mencibtakan kestabilan harga Sagu dipasaran.

 

“Yang diperlukan adalah campur tangan Bulog untuk menyerap hasil Sagu Meranti. Seandainya Bulog bisa membeli dengan harga standar tertentu, maka akan mencibtakan stabilitas harga Sagu dan petani Sagu Meranti bisa sejahtera,” papar Bupati.

 

Tak cukup disitu dengan keterbatasan anggaran Kabupaten dalam membangun Idustri Hilir Sagu, juga butuh campur tangan pemerintah. Kebun Sagu Meranti seluas 167 ribu Ha. Perlu dibangun Industri Hilir agar hasil Sagu Meranti mendapatkan nilai tambah (Added Value).

 

“Kita juga berharap campur tangan Pemerintan Pusat membangun Industri Hilir, sehingga Hilirisasi ini dapat mengolah Sagu menjadi kosmetik, Bio Etanol dan lainnya sehingga petani juga mendapatkan nilai tambah produksi Sagu,” jelasnya.

 

Saat ini jumlah penduduk Meranti mencapai angka 250 ribu jiwa lebih, sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani Sagu, tanaman khas yang dapat tumbuh subur didaerah gambut tersebut.

 

Dengan campur tangan Pemerintan melalui Bulog membeli hasil produksi Sagu petani, diyakini akan dapat mendukung mensukseskan program ketahanan dan kedaulatan pangan Nasional yang menjadi kebijakan pusat. Sagu sebagai makanan yang sehat karena memiliki karbohidrat tinggi namun rendah gula, tidak lagi menjadi makanan masyarakat kelas 2 atau kelas 3 tetapi dapat menjadi alternatif penganti beras yang produksinya semakin berkurang karena keterbatasan lahan pertanian dan tingginya pertumbuhan penduduk.

 

“Dengan promosi dan sosialisasi dari daerah hingga tingkat pusat kita berharap Sagu yang sebelumnya dinilai sebagai makanan masyarakat kelas 2 dan 3 atau komodity Marginal dapat menjadi komodity andalan Nasional yang sangat menjanjikan dimasa depan,” papar Bupati.

 

Sekedar informasi, beberapa waktu lalu berkat konsistensi Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si dalam mengembangkan dan meningkatkan hasil produksi Sagu Meranti, TV Nasional INews telah menganugrahkan Award kepada orang nomor satu di Meranti itu.

 

Dalam pidatonya Bupati Kepulauan Meranti terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan produksi Sagu Meranti dalam rangka mendukung program pemerintan pusat dalam mencibtakan ketahanan pangan Nasional. Ditengah hasil produksi beras yang terus menurun karena berkurangnya lahan pertanian dan semakin meningkatnya populasi penduduk Indonesia.  Meranti tampil dengan produksi Sagu yang cukup besar.

 

“Semua ini kami persembahkan untuk Indonesia,” ujar Bupati diiringi tepuk tangan dari para hadirin. (hms/rls)