9 Anak Yatim ini sangat perlu di Bantu akibat terdampak Covid 19

0
23

PEKANBARU (HPC) – Covid 19 sangat berdampak kepada masyarakat yang hidup di level perekonomian menengah ke bawah. Jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak akan ambil pusing, sebab gaji mereka tetap dibayar oleh negara.

Tapi kita tidak akan membahas tentang kesejahteraan PNS ditengah Covid 19 ini. Kali ini kita akan menelusuri hidup masyarakat susah ditengah wabah Covid-19 di Kota Pekanbaru khususnya.

Tepatnya pada Kamis siang tadi, tepatnya di RW 05 , Kelurahan Sialangrampai, ada salah satu keluarga yang hidupnya memprihatinkan. Meraka adalah keluarga Almarhum Hendra.

Dalam rumah itu, terdapat 9 anak yatim dan juga sang ibu kini menjadi tulang punggung keluarga. Kini keluarga itu merasa kesulitan dampak dari Covid 19 ini, sebab sang ibu tidak lagi bekerja.

MENARIK DIBACA:  Fraksi dan DPD II Partai Golkar Pekanbaru Kunjungi Pasien Cilik Tumor Ganas di PMC

Miris memang, apa lagi sang RW juga terkesan ‘tutup mata’ dengan keadaan mereka. Satupun belum ada bantuan yang mereka terima. Walau banyak orang yang lebih sejahtera dari keluarga itu, akan tetapi mereka bisa merasakan bantuan.

Salah seorang anak almarhum Hendra, yakni Dwi menyampaikan keluhannya di salah satu grup WhatsApp media online di Pekanbaru. Dimana, dirinya selama ditinggal sang Ayah tidak pernah dapat perhatian oleh pemerintah setempat.

” Mama saya sedih, kami merasa dianak tirikan oleh RT/RW setempat, mereka menyebutkan tidak keluar dana tersebut. Nyatanya dari pengakuan salah satu warga yang tinggal disekitar tempat kami sudah menerima 3 kali bantuan yang 600k,” ungkapnya.

Sambung dia, dirinya minta Pemerintah Kota Camat, Lurah, RW dan juga RT agar berlaku adil, ” Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami mohon agar pemerintah perhatikan hidup kami orang susah,” tutur dia.

MENARIK DIBACA:  Baznas Provinsi Riau Dayagunaan Zakat Kampung hortikultura

Mendengar hal itu salah seorang pemilik media online Hensen S.Si MBA kepada media mengungkapkan keprihatinanya dan sangat menyayangkan apa bila ini benar terjadi oleh pihak RT dan RW setempat kurang peduli dengan warganya yang sudah tidak memiliki tulang punggung keluarga.

” Saya sangat menyayangkan ya dengan sikap seperti itu RT dan RW kurang peduli di masa pandemi Corona ini, ” ucap Hensen.

Sambung dia, kita tahu semua orang terdampak akibat Covid-19 apa lagi kita ketahui keluarga itu sudah tidak ada tulang punggung keluarga.

,” Seharusnya perangkat RT dan RW lah yang menjadi bapak angkat mereka. Kok tega banget ya itu mereka RWnya,” pintanya.

MENARIK DIBACA:  HIMIA UIR Kembangkan Pariwisata Rupat Utara Melalui Program Desa Mitra

Dengan adanya keluhan itu, Hensen selaku sahabat almarhum Hendra (masa hidup) dalam waktu dekat akan memberikan bantuan kepada keluarga Almarhum Hendra bersama Ketua Karang Taruna Ceria.

Saat di tanya di salah satu Grup RW 05 Amris membalas WA wartawan dan juga selaku Ketua Karang Taruna Ceria Kelurahan Sialangrampai,.

Amris selaku Ketua RW 05 memberikan penjelasan bahwa ia selaku RW sudah melaksanakan kewajibanya.

“Tak apa-apa Rahmad hak warga mau mengadu kemana pun silakan yg penting tugas kami sudah jelas kan,” jawab RW berkilah.*** (rilis)