Acara Perpisahan Sekolah di Hotel, Berikut Tanggapan Nettizen dan Keluhan Orang Tua Murid

0
2477
foto ilustrasi

Kep.Meranti (HPC) — Melirik pada perkembangan dibidang pendidikan yang berpengaruh pada euphoria setelah menjalani dan mengakhiri masa pendidikan setingkat Sekolah Menengah Atas, Perpisahan sekolah yang kerap kali menjadi kegiatan rutinitas tahunan yang biasanya dilaksanakan di aula ataupun halaman sekolah, sekarang berubah arah pada nilai yang dipandang berkemajuan dan memanfaatkan fasilitas yang lebih wah dari biasanya.

Melansir dari sebuah kiriman status dipage FB-red inisial MA menuliskan dengan judul “Boleh Ketawa, boleh juga menangis”. Status tersebut berlanjut membahas tentang kebijakan sekolah yang membuat acara prosesi perpisahan sekolah setingkat SMA, MA menerangkan lewat tulisannya: “Jaman saya sekolah dulu, acara perpisahan diadakan di sekolah, dekor bareng-kerja bareng. Isi acaranya baca puisi dan doa-doa, nangis-nangis. Sisanya hiburan gitar acoustic bagi yang bisa main gitar, padahal dulu ujian murni dan hasil ujian juga murni. Sekarang ada istilah “Prom Night” pake sewa hotel, itu belum termasuk acara perpisahan dengan guru sekolah dihotel juga” (1/4).

MENARIK DIBACA:  KOMUNITAS GBMN MERANTI AKAN MENGGELAR KEGIATAN BAKTI SOSIAL

Status MA tersebut dengan mengaitkan link berita media yang mempublikasikan kegiatan Perpisahan di Ballrom Hotel pada salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Tebing tinggi. Tulisan tersebut menjadi pembahasan dari sudut pandang nettizen di ruang komennya: Beberapa komentar membalas:

WL “Zaman telah berubah, sekarang yang penting megah dan meriah, Satu lagi, semua mau jadi pencari untung”

ET “Kalo ade duit tak masalah nak ballroom ke dak ke shorum” dalam emote guraunya.

GT “Zaman telah menggerus tradisi, tak dapat dielak de, tinggal kite mau milih mane modern dan wah atau bersahaja dan murah meriah”

MA” Acara Prom night itu dari Amerika, lalu ditiru anak Jakarta, Ditiru anak kota daerah lain, Acara di Hotel gini nanti bakal ditiru sekolah lain demi gengsinya , minimal makna sebenarnya, Cuma kasihan orang tua, bayar ini bayar itu.

MENARIK DIBACA:  Lawan Corona di Kampung Halaman, Warga Meranti di Batam Bantu APD

KH” Kalau bisa acara perpisahan anak sekolah sederhana tapi berkesan dan tidak memberatkan orang tua wali murid (1/4)

Status page halamam diatas mendapatkan 99 like 644 komentar dari nettizen. Kegiatan acara perpisahan sekolah yang dilaksanakan di Ballroom hotel dengan kesan yang bermegahan menjangkit dibeberapa sekolah lainnya setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan juga Sekolah Dasar (SD) yang akan berencana melaksanakan perpisahan kedepannya.

Berdasarkan laporan via seluler, pengaduan mewakili dari salah seorang wali murid berinisial M warga Kelurahan Selatpanjang timur menyampaikan kepada Haluanpos (30/3) tentang rencana salah satu Sekolah setingkat SMP juga akan melaksanakan perpisahan sekolah di Ballroom hotel GM Kec. Tebing tinggi yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 bulan mei kedepannya.

MENARIK DIBACA:  Sekda Meranti Ajak Pemuda Membangun Negeri

“Sebelumnya acara perpisahan dibuat disekolah dan ini dibuat dihotel dengan alasan pihak sekolah khawatir hujan, Kalo ortu murid mampu tak masalah, kalo yang tidak mampu seperti saye dan lainnya dengan keadaan susah, ade yang dorong gerobak – narik becak. Nanti setelah biaya perpisahan, mikir lagi untuk biaya persiapan lanjut sekolah SMA” tutup beliau ***(mf)