PELALAWAN(Haluanpos.com)– Suasana Sabtu Ceria Bersama Buku di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Datuk Sati Diraja, Desa Rantaubaru, kali ini terasa berbeda. Tak sekadar membaca buku, anak-anak diajak mengenal dan mencintai lingkungan melalui kegiatan melukis panorama alam di atas kanvas serta membuat karya seni cetak daun atau eco print.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Rumah Baca Datuk Sati Diraja dengan Kelompok Pecinta Alam Einstein Mapalindup Ceria Club (KPA EMCE2), organisasi pecinta alam yang berbasis di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (Unri). Kehadiran para aktivis lingkungan itu merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat di Desa Rantaubaru.

Sebelum kegiatan berkesenian dimulai, salah seorang aktivis KPA EMCE2, Rina Noviana yang didampingi Erni dan ketua KPA EMC2, Gresita Sihotang dan lainnya memberikan edukasi tentang pentingnya mencintai dan menjaga lingkungan. Anak-anak diajak memahami bahwa alam bukan sekadar ruang tempat manusia hidup, melainkan juga sumber kehidupan yang harus dirawat bersama.

Pengurus Rumah Baca Datuk Sati Diraja, Hasan Basri, menyampaikan apresiasi kepada Datuk Sati Diraja yang terus menggerakkan kegiatan literasi di rumah baca tersebut. Ia juga berterima kasih kepada KPA EMCE2 yang telah hadir dan berbagi pengetahuan dengan anak-anak Rantaubaru.

Pembina Rumah Baca Datuk Sati Diraja, Griven H. Putera, turut mengapresiasi keterlibatan pengurus rumah baca dan para aktivis KPA EMCE2. Menurut dia, kegiatan ini mempertemukan gerakan literasi dengan pendidikan lingkungan dalam suasana yang menyenangkan.

Literasi, kata dia, tidak semestinya berhenti pada aktivitas membaca dan menulis. Anak-anak juga perlu diperkenalkan pada lingkungan hidup melalui pengalaman langsung, kreativitas, dan kegiatan yang menumbuhkan kepedulian terhadap alam.

Bagi anak-anak Rantaubaru, kegiatan itu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain membaca buku bersama, mereka dapat menuangkan imajinasi tentang panorama alam melalui lukisan di atas kanvas. Mereka juga mencoba teknik eco print, yakni memindahkan bentuk dan warna alami daun ke media kain yang telah disediakan KPA EMCE2.

Suasana semakin semarak ketika musisi lokal Rantaubaru, Hairi Mars, tampil membawakan lagu Kemesraan dan Rasa Sayange.

Musik menjadi selingan yang mempererat suasana kebersamaan antara anak-anak, pengurus rumah baca, dan para aktivis lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon manggis di samping Rumah Baca Datuk Sati Diraja. Penanaman pohon itu menjadi penanda bahwa pendidikan mencintai lingkungan tidak cukup disampaikan melalui kata-kata. Kepedulian juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Melalui kolaborasi ini, Rumah Baca Datuk Sati Diraja dan KPA EMCE2 memperlihatkan bahwa rumah baca dapat menjadi ruang perjumpaan antara literasi, seni, kebudayaan, dan kesadaran ekologis.

Dari sebuah buku, selembar kain, dan sebatang pohon, anak-anak diajak memahami bahwa mencintai pengetahuan juga berarti belajar menjaga kehidupan.

By admin