Digandeng Laznas PHR, IZI Riau latih perempuan Milenial Program Ketrampilan menjahit

0
454

PEKANBARU (HALUANPOS.COM)-Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Riau bekerja sama dengan Laznas Pertamina Hulu Rokan (PHR) memberikan pelatihan keterampilan menjahit bagi kaum perempuan Milanial di Kota Pekanbaru. Senin (22/11)

Kegiatan ini di hadiri oleh Direktur Laznas Pertamina Hulu Rokan (PHR) Bapak Agus Syaiful Dahlan, Kepala Pendayagunaan Laznas IZI Perwakilan Riau, Bapak Ghofur Muhammad Nur, Manajer Operasional Laznas PHR, Bapak Age Pranata, kegiatan tersebut dilaksanakan di Agro Edu Park Jalan Paus, Rumbai, dengan jumlah peserta Penerima manfaat untuk gelombang pertama sebanyak 7 orang.
Program Ketrampilan Menjahit ini juga tepat sasaran karena sudah dilakukan assesment kepada calon para penerima manfaat terdiri dari 25 peserta yang umurnya sekitar 18-28 tahun.

MENARIK DIBACA:  RAPAT INTERNAL DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI RIAU

Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Bidang Ekonomi yang diperuntukan untuk Anak-anak muda tidak memiliki pekerjaan tetap. Hal ini sebagai bentuk komitmen IZI dalam mengawal masyarakat yang kurang mampu untuk mandiri dan dapat meningkatkan taraf hidupnya.

Pada pelaksanaanya, para peserta PIK Menjahit akan dibekali berbagai keterampilan menjahit oleh para mentor ahli. Diharapkan output yang dihasilkan dari kegiatan ini mampu mengembangkan keterampilan yang unggul serta kemandirian usaha bagi para peserta. “ucap Ghofur

Kami harapkan para penerima manfaat dapat bersungguh-sungguh saat pelatihan dan dapat berkolaborasi juga dengan pelatihan digital marketing kita. Jadi, hasil karya penerima manfaat pelatihan menjahit dapat dipasarkan melalui media online. Dan niat ini,  akan kita coba realisasikan bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Riau” Ucap Bapak Agus Saipul Dahlan-Direktur Laznas PHR.

MENARIK DIBACA:  Pengesahan Perda Penyertaan Modal, Dewan Berikan Beberapa  Catatan

Oleh karena itu, Laznas PHR bersama IZI Perwakilan Riau mengusung sebuah gebrakan yang dinamakan dengan “Program Pelatihan Menjahit Untuk Dhuafa” dengan  tujuan agar, para dhuafa dapat mandiri financialnya dan dapat menjadi pengusaha muda dibidang industry pakaian siap jadi. Sudah saatnya para dhuafa bangkit dan berkarya. “Terangnya.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, selain gratis kegiatan ini tentunya akan memberikan pengalaman yang besar bagi kami terkhusus masyarakat yang kurang mampu, sehingga kedepannya kami bisa membangun usaha sendiri secara mandiri” ungkap Vina Maydiasari salah seorang peserta penerima manfaat program menjahit. (Rilis)