Syafaruddin Mintak BPMA tidak Restui PT.Medco Gunakan CSR Tangani Korban Keracunan Gas

0
48

Acehtimur (haluanpos.com)- Pasca terjadinya Puluhan warga didesa Panton Rayeuk T Kecamatan Banda Alam Kabupaten Aceh timur yang menjadi korban Keracunan Gas yang berasal dari Sumur AS 11 milik perusahaan PT.Medco e&p Malaka pada waktu lalu masih menimbulkan polemik.

Selain belum terealisasinya Butir+butir perjanjian dalam mediasi polemik baru kini mulai terjadi, beberapa LSM di Kabupaten Aceh Timur, Masih meragukan mediasi yang dilalukan secara sederhana,sehingga membuat situasi menjadi timbul tanda tanyak.

Dari melibatkan orang-orang yang tidak memiliki integritas media lagi sampai yang memiliki kepentingan tersendiri dari hasil mediasi tersebut.

Hal itu dibuktikan dari beberapa Informasi yang di peroleh oleh media ini.
Tak sampai disitu, kini ketua Umum Yayasan Rakyat Aceh (YARA) di Banda Aceh pada rilisnya, turut menyoroti proses penanganan Pasca Keracunan Massal di desa tersebut.

MENARIK DIBACA:  ​Satreskrim Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Pembobolan Ponsel di Kota Lhokseumawe 

Pada rilis yang dipublikasikan kepublik, terlihat Syafaruddin ketua Yara “meminta agar BPMA tidak Merestui PT Medco E&P Malaka Mengunakan CSRnya untuk menangani Peristiwa (red-keracunan gas) yang diduga mutlak kelalaian perusahaan sehingga mengakitkan Puluhan Warga dirawat dirumah Sakit.”jelas Syafaruddin dirlis tersebut.

Ada tida point yang mendasari Yara untuk mendesak BPMA.
Berharap BPMA dalam Audit ini benar -benar menurunkan tim auditor yang memahami aturan keuangan.

Ketidak setujuannya Syafaruddin terhadap penepatan Posko Pusat penerimaan keluhan warga, didesa Panton Rayeuk T. Dianggap Menguras dana.

Perubahan seharuanya bisa memanfaatkan Kades, Kadus dan Bides untuk jalur penyampaian komunikasi antara perushaan dan masyarakat. (Rls/ham)